Kamis, 05 Maret 2009

Berhenti Merokok disekitar Bayi dan Balita


Kegiatan merokok memang sudah umum dimasyarakat indonesia, hampir disetiap tempat dapat ditemui dengan mudah orang-orang yang sedang asik merokok, dikantor-kantor, pasar, taman-taman, stasiun, didalam bis, didalam kereta api.....wah..dimana-mana deh....!!
Terkesan tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya, termasuk dengan keberadaan bayi dan balita disekitarnya. Baca antara bayi,balita dan larangan merokok.

Namun begitu, rizqi percaya bahwa masih ada kepedulian orangtua, kerabat maupun orang-orang yang merokok, terhadap kesehatan bayi dan balita. Tapi mungkin caranya belum efektif..he.he...

Ada pendapat bahwa jika membuka jendela, memutar kipas angin, menyalakan penyaring udara atau merokok didekat penyedot asap dapat menghilangkan pengaruh asap...benarkah..???

Ternyata hal tersebut tidak dapat menghilangkan lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya yang terkandung dalam asap rokok Zat kimia tersebut tetap ada meskipun rokok atau cerutu sudah dimatikan. Asap tetap terperangkap pada rambut, kulit, dinding, kain, karpen, perabot rumah tangga, termasuk mainan anak-anak (parentsindonesia.com).

Sehingga siapapun yang berada didalam ruangan berisi benda-benda yang terpapar asap rokok bisa terkena dampak meskipun saat itu tidak ada rokok yang dinyalakan.
Jika orangtua membawa anaknya kedalam ruangan yang biasa digunakan oleh perokok, maka mereka masih terkena dampak perokok pasif..!

Bayi dan balita tidak seharusnya menghirup asap rokok, cara terbaik bagi orang tua yang merokok adalah berhenti merokok, utamakan kesehatan anak! Berikut beberapa tips untuk menghindari agar anak tidak terpapar asap rokok:
1. Jika merokok, maka berhentilah!! Hidup sehat dimulai dari diri sendiri, dan tidak ada istilah terlambat.
2. Jangan merokok disekitar ibu hamil, bayi,anak-anak dan bahkan..remaja
3. Jangan ada asap rokok di rumah, tempat penitipan anak atau mobil keluarga
4. Jauhkan bayi dan balita (anak-anak) dari areal dimana orang biasa merokok
5. Selalu ingat bahwa membuka jendela atau menyalakan kipas angin tidak menghilangkan efek perokok pasif
6. Anak balajar dari lingkungan sekitar. Merokok didepan anak dapat memicu keinginan anak untuk mencoba rokok.

Jadi teman-teman...kita sampaikan kepada keluarga kita yang merokok untuk berhenti merokok...atau paling tidak berhentilah merokok disekitar bayi dan balita!! Berikut informasi tentang keuntungan berhenti merokok:

6 jam setelah berhenti, denyut nadi dan tekanan darah kembali normal
12 jam setelah berhenti, karbonmonoksida meninggalkan sistem peredaran darah dan pernapasan
1 hari setelah berhenti, tekanan darah lebih rendah dan aktivitas jantung lebih kuat
1 tahun setelah berhenti, resiko serangan jantung menurun hingga 50%
5 tahun setelah berhenti,resiko stroke menurun bisa disamakan dengan bukan perokok
10 tahun setelah berhenti, resiko kanker paru menurun hingga 50% dibandingkan dengan perokok aktif
15 tahun setelah berhenti, resiko serangan menurun, bahkan bisa disamakan dengan bukan perokok jika berhenti sebelum timbul serangan jantung (sumber WHO Tobacco atlas 20002)
Jadi ucapkan (lagi) ”CAUTION……THERE IS A BABY HERE….PLEASE DON”T SMOKE”……!!!!

0 komentar:

Poskan Komentar