Minggu, 04 Januari 2009

Vaksinasi atau Imunisasi


Perlukan Vaksinasi pada bayi ?

Memasuki usia satu tahun maka rizqi akan divaksin. Sebenarnya Rizqi bertanya-tanya seberapa pentingkah vaksinasi itu? Untuk menjawab pertanyaan itu maka rizqi menunjukkan beberapa informasi tentang Vaksinasi atau Imunisasi yang didapatkan dari berbagai sumber.

Bagaimana vaksin bekerja?

Tubuh bayi secara alami menghasilkan antibodi, substansi ini dapat menyingkirkan bakteri dan virus yang tidak diharapkan. Vaksin mengandung antigen, bagian lemah dari kuman penyebab penyakit. Kehadiran antigen ini akan mendorong sistem imun bayi untuk membuat antobodi. Bila anak terpapar kuman yang sebenarnya, antibodi akan melawannya sebelum sempat menimbulkan penyakit. Vaksin dapat diberikan melalui Injeksi/ suntikan ataupun oral.

Mengapa Vaksin perlu diberikan pada usia dini?
Vaksin perlu diberikan pada usia dini karena diusia dini penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin–vaksin tersebut menyerang. Bayi lebih mudah terkena penyakit menular dibandingkan anak-anak dan orang dewasa, dan komplikasi yang ditimbulkan bisa lebih berat. Beberapa penyakit memberikan dampak yang lebih serius atau lebih sering terjadi pada bayi atau balita. Sebagai contoh, hampir 60% dari penyakit serius Haemophilus influenzae tipe B (Hib) terjadi pada anak dibawah 12 bulan.

Mengapa anak-anak memerlukan banyak vaksin?

Hingga saat ini telah dijumpai sedikitnya 12 penyakit berbahaya yang dapat dihindari dengan vaksin, yaitu : Hepatitis B, Difteri, Tetanus, Pertusis, Polio, haemophilus influenzae type b (Hib), Hepatitis A, Typhoid, Measles / Campak, Mumps / gondong, Rubella, Varicella. Beberapa penyakit cukup dengan satu suntikan dan yang lainnya membutuhkan beberapa suntikan untuk memberikan perlindungan terbaik.


Apakah vaksin aman?
Vaksin aman diberikan bagi bayi, dan vaksin sama halnya dengan obat-obatan, kadang-kadang dapat menimbulkan beberapa reaksi. Reaksi yang timbul biasanya ringan seperti bengkak ringan atau demam ringan, sedangkan reaksi serius jarang terjadi.

Tips bagi para ibu
1. Bawalah selalu buku/ kartu vaksinasi anak anda pada setiap kunjungan ke dokter
2. Pastikan anak anda diperiksa terlebih dahulu oleh dokter sebelum divaksin / diimunisasi
3. Informasikan / ingatkan dokter anda jika anak anda pernah mendapatkan reaksi alergi serius atau efek samping yang serius pada vaksinasi sebelumnya
4. Jangan ragu untuk menanyakan informasi kepada dokter anda tentang vaksinasi yang akan diberikan, termasuk apa yang harus dilakukan / dipersiapkan setelah vaksinasi tersebut
5. Sesudah vaksinasi, pastikan dokter / perawat mencatat / memperbaharui kartu vaksinasi anak anda
6. Sesudah vaksinasi, perhatikan dan amati anak anda, hubungi dokter jika anda melihat ada reaksi-reaksi lain diluar keterangan dari dokter anda. Vaksin tertentu seperti MMR efek samping baru muncul 1-2 minggu sesudah vaksinasi.

Dari informasi tersebut maka rizqi menyarankan kepada teman-teman bayi dan balita agar divaksinasi / diimunisasi, ingat lho terkena penyakit (yang dapat dicegah dengan vaksinasi) jauh lebih berbahaya dibanding vaksin. Yang terpenting adalah SELALU konsultasikan dengan dokter anda..Ok.

Posting berikutnya....Jadwal dan Jenis Imunisasi.

0 komentar:

Poskan Komentar